eq

tika

Senin, 27 Mei 2013

Perancangan pembelajaran model Assure



PERANCANGAN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE
Disusun oleh
DIANA SARTIKA
1203724

I.     Media Pembelajaran
A.    Teori Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yang berarti perantara atau pengantar, Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Guruan (Association for Education and Communication  technology/AECT) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat  dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument  yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dan dapat  mempengaruhi efektifitas program instruksional (Asnawir dan Usman; 2002;11).  Menurut

Gerlach & Early (1971) media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Gagne menyatakan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Dan Briggs menyatakan media adala
h segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serat merangsang siswa untuk belajar (Arif S. Sadiman, 2003: 6). Adapun media pengajaran menurut Ibrahim dan Syaodih (2003:112)  diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar. Menurut Djamarah (2002: 137) media adalah alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
Menurut Suprapto dkk, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat pembantu secara efektif yang dapat digunakan oleh guru untuk  mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Oemar Hamalik media pembelajaran adalah Alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan  sebagai benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional
Dari berbagai definisi diatas diambil kesimpulan bahwa media adalah segala benda yang dapat menyampaikan pesan atau isi pelajaran sehingga dapat meningkatkan minat dan kreatfitas siswa dalam belajar sehingga tujuan dari pembelajran yang diharapkan dapat tercapai.
B.     Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Berikut ini fungsi- fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut Asnawir dan Usman (2002:24):
1.      Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
2.      Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit
3.      Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4.      Semua indra siswa dapat diaktifkan.
5.      Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar

Manfaat Media Pembelajaran Beberapa manfaat media pembelajaran menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (1991:3) adalah:
1.      Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2.      Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.
3.      Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
4.      Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktif.


C.    Model ASSURE
Model ASSURE merupakan salah satu model pembelajaran yang secara efektif memberikan petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi. Media pembelajaran merupakan salah satu bagian  yang menjadi bahan pertimbangan ketika menggunkan model ASSURE untuk pembelajaran.
Pembelajaran dengan menggunakan Model  ASSURE mempunyai beberapa tahapan yang dapat membantu terwujudnya pembelajaran yang efektif dan bermakan bagi peserta didik. Tahapan tersebut menurut Smaldino merupakan penjabaran dari ASSURE Model, adalah sebagai berikut:
1.      ANALYZE LEARNER  (Analisis Pembelajar)
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi :

a)       General Characteristics (Karakteristik Umum)
Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Semua variabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran.

b)     Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,carey& Camp; carey,2001). Hal ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.



c)         Learning Style (Gaya Belajar)
Gaya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda-beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, 3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.


2.      STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.
Pentingnya Merumuskan Tujuan dan Standar dalam Pembelajaran
Dasar dalam penilaian pembelajaran ini menujukkan pengetahuan dan kompetensi seperti apa yang nantinya akan dikuasai oleh peserta didik. Selain itu juga menjadi dasar dalam pembelajaran siswa yang lebih bermakna. Sehingga sebelumnya peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam partisipasi dan keaktifannya dalam pembelajaran.
Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :
1.      Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.
2.      Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa
3.      Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
4.      Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.
b)     Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD
Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM.  Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
  • A = audience
Peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci.
  • B = behavior
Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati.

  • C = conditions
Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pebelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung.
  • D = degree
Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan sebagai dibaku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam presentase benar (%), menggunakan kata-kata seperti tepat/benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi. Ada empat kategori pembelajaran.


c)      Tujuan Pembelajaran dan Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. Individu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah mastery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu.


3.      SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)
Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pembelajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar.
1.      Memilih Strategi Pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajaran disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan motivasi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung ARCS model (Smaldino dari Keller,1987). ARCS model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun  Attention  (perhatian) siswa, pembelajaran berhubungan yang Relevant dengan keutuhan dan tujuan, Convident , desain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Satisfaction dari usaha belajar siswa.

2.       Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar
Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008:204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008:204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut Gerlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah be  ntuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.
            Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino
  • Memilih, Mengubah, dan Merancang Materi
1.      Memilih Materi yang tersedia
·  Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
·  Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
2.      Mengubah Materi yang ada
3.      Merancang Materi Baru


4.      UTILIZE TECHNOLOGY, MEDIA AND MATERIALS (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini,yaitu:
a.       Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
b.      Mempersiapkan bahan
c.       Mempersiapkan lingkungan belajar
d.      Mempersiapkan pembelajar
e.       Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar.

5.      REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.
6.      EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)
Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
1.    Penilaian Hasil Belajar Siswa,
·         Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik,
·         Penilaian Hasil Belajar Portofolio
·         Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik.
2.    Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
3.    Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.


II.      Penerapan Model ASSURE
a.      ANALYZE LEARNER  (Analisis Pembelajaran)
Pondok Pesanstren Perguruan Diniyyah Puteri merupakan pondok pesantren Modren khusus perempuan yang berada di Kota Padang Panjang.  Tingkat pendidikan Diniyyah Puteri dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Tinggi.
Salah satu tingkat pendidikan yang ada di Diniyyah Puteri adalah SLTP yang di Diniyyah Puteri disebut juga dengan tingkat DMP  (Diniyyah Menengah Pertama). Siswa tingkat DMP lebih kurang sebanyak 300 orang yang terdiri dari 5 kelas untuk tiap tingkatnya.
Rancangan penggunaan media dengan model ASSURE akan dilakukan santri kelas VII DMP (Kelas I SLTP) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). SKI merupakan salah satu mata pelajaran yang ditetapkan oleh Kurikulum Kementrian Agama. Untuk sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementrian  Agama.
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan mata pelajaran baru bagi santri kelas VII DMP Diniyyah Puteri. Karena di Sekolah Dasar (SD) mereka tidak mempunyai mata pelajaran SKI.
Mata pelajaran SKI merupakan mata pelajaran yang berisikan sejarah- sejaran kebudayaan yang dimiliki oleh umat islam dari zaman Rasulullah SAW, Sahabat, Tabiin dan Tabi’ tabiin. Dan kejayaan-kejayaan umat islam yang ada pada zaman dahulu hingga zaman sekarang.
Karena mata pelajaran ini baru bagi santri kelas VII DMP maka pelajaran SKI harus di sajikan dengan menarik sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk mempelajari dan memhami serta mengambil pelajaran dari sejarah kebudayaan umat islam pada zaman dahulunya.
Dari observasi yang dilakukan siswa sangat menyukai pelajaran dengan melibatkan aktif mereka dalam pembelajaran, tidak hanya ceramah dan mendengarkan saja, sehingga untuk menyampaiakan materi pelajaran diperlukan metode yang menarik dan media pembelajaran yang melibatkan aktif  peserta didik dalam pelajaran tersebut.
Gaya belajar peserta didik pada umumnya berbeda-beda. Gaya belajar terdiri dari:
1.      Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca.
2.      Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius.
3.      Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.
Ketiga gaya belajar ini cocok untuk ketiga bidang studi ini karena, siswa perlu mendengarkan (audio) dan melihat (visual)  dengan serius penjelasan dari guru atau media audio visual lainnya  mengenai perjalanan sejarah islam pada zaman dahulunya.  Dan gaya belajar kinestetik (melakukan) mencoba memerankan/ membuat drama tentang gaya kehidupan/perjuangan umat islam pada zaman dahulunya sehingga siswa benar- benar paham dan mengerti dan dapat menceritakannya kembali sejarah peradaban umat islam pada zaman dahulunya.
b.      STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Tujuan pembelajaran perlu dijelaskan dengan spesifik untuk memudahkan langkah-langkah yang dilakukan untuk menyampaikan materi pelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Salah satu materi yang dibahas dalam mata pelajaran SKI adalah “Sejarah dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW”.  Kompetensi yang diharapkan dari materi ini adalah:
1.      Siswa dapat mendiskripsikan misi nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat.
2.      Siswa dapat mengambil hikmah dari misi nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan,  dan kemajuan masyarakat dikaitakan dengan perkembangan kondisi sekarang.
3.      Meneladani perjuangan nabi dan para sahabat dalam mengahdapi masyarakat Mekkah, dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Mendeskripsikan sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.
5.      Mengambil hikmah dari misi nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan
6.      Meneladani semangat perjuangan Nabi dan para sahabat di Madinah.


c.       SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)
1.      Jika merujuk pada ARCS (attention, relevant, confidence and satisfaction) maka strategi yang akan dipilih dalam perencanaan pembelajaran ini adalah strategi yang berpusat pada pembelajar. Yang  mana siswa lebih  aktif dalam proses pembelajaran.
2.      Teknologi yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah, dengan menggunakan teknologi audio visual, dengan memutarkan film mengenai perjuangan Rasulullah dan sahabat.
3.      Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah media audio visual. Serta menggunakan media kartu dengan menampilan dengan kartu peran dari masing-masing sahabat kecuali Rasulullah.

d.      UTILIZE TECHNOLOGY, MEDIA AND MATERIALS (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)
Langkah yang dilakukan sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:
1.      Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
2.      Mempersiapkan bahan
3.      Mempersiapkan lingkungan belajar
4.      Mempersiapkan pembelajar
5.      Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar)
Untuk pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) teknologi yang akan digunakan adalah media televisi (audio visual) dengan memutarkan film sejarah perjuangan pada zaman Nabi dan sahabat.  Dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk siswa bisa menyaksikan sejarah perjuangan Nabi dan sahabat. Serta ditambah dengan mendengarkan penjelasan tambahan dari guru dengan menggunakan media kartu yang menampilkan peran dari masing-masing yang diceritakan oleh guru.
Sebelum guru memutarkan film mengenai perjuangan Rasullah, guru mempersiapkan siswa dengan memberikan simulasi untuk memfokuskan kosentrasi siswa dan membuka limbic siswa. Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran yang diharapkan dari materi tersebut.
Setelah siswa selesai menyaksikan pemutaran film tersebut siswa diminta untuk menceritakan ulang kembali kisah yang perjuangan Rasulullah dan sahabat.

e.       REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)
Untuk mengetahui minat dan tingakat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan, maka sangat diperlukan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Pengembagan partisipasi siswa dalam pembelajaran dilakukan dengan memberikan kuis kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.  meminta siswa untuk membuat kelompok dan meminta untuk membuat drama mengenai kisah perjuangan Nabi sesuai dengan tema yang ada. Siswa diminta juga untuk membuat bagaimana aplikasi perjuangan Rasulullah dengan zaman sekarang ini dana mempresentasikannya kedepan kelas.

f.       EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)
Evaluasi yang dilaksanakan adalah:
1.      Evaluasi mengenai terhadap metode, media dan strategi yang digunakan selama ini dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilaksanakan dengan mengadakan wawancara dengan peserta didik dan meminta peserta didik untuk mengisi angket yang telah disiapkan mengenai sistem pembelajaran yang telah dilaksanakan selama ini.
2.      Evaluasi terhadap pencapaian kompetensi yang diharapkan terhadap peserta didik. Evalusi dilaksanakan dengan pelaksanaan tes dengan memberikan separangkat soal yang harus di jawab oleh siswi.  Siswi juga diminta untuk mempresentasikan kembali kedepan kelas perjalanan sejarah kehidupan Rasulullah dan sahabat.
3.      Dari hasil evaluasi terhadap sistem pembelajaran yang telah diberikan kepada siswa maka diadaka revisi terhdap hasil evaluasi yang bernilai negative atau yang tidak diharapkan.



III.        Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah              : MTs DMP Diniyyah Puteri
Mata Pelajaran            : Sejarah Kebudayaan Islam  (SKI)
Kelas                             : VII/1
Standar Kompetensi    : Memahami  sejarah Nabi Muhammad SAW periode Mekah
Kompetensi Dasar       : Mendeskripsikan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan bagi alam semester
Alokasi Waktu               : 2 x 24

1.         Tujuan Pembelajaran
1.      Membuat peta konsep tentang misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil’alamin
2.      Learning start with Question tentang cara dakwah Nabi Muhammad SAW
3.      Tanya jawab tentang keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah
2.         Materi Pembelajaran
Sejarah dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW
3.         Metode Pembelajaran
a.       ceramah
b.      Tanya  Jawab
c.       Penugasan
d.      Diskusi
4.         Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.            Langkah awal
1.      Siswa berdo’a bersama dengan bimbingan guru
2.      Guru memotivasi siswa akan pentingnya kompetensi yang dipelajari.
b.           Kegiatan Inti
1.      Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru menjadi 3 kelompok
2.      Siswa mengidentifikasi bentuk/wujud kebudayaan islam dan non islam
3.      Siswa Tanya jawab dengan anggota kelompoknya tentang bentuk /wujud kebudayaan islam dan non islam
4.      Siswa dengan anggota kelompoknya membandingkan bentuk kebudayaan islam dengan kebudayaan non islam.
5.      Siswa menjelaskan pemahaman masing-masing secara individual kepada kelompoknya
6.      Siswa menempel hasil pekerjaan masing-masing secara individual kepada kelompoknya.
7.      Menempel hasil pekerjaan masing-masing kelompok secara bergantian  selama lima menit dan kelompok menanggapi secara bersama-sama dan guru memberikan penguatan terhadap konsep yang dibahas pertanyaan.
c.            Kegiatan Akhir
1.        Siswa dan Guru merangkum dan menyimpulkan bentuk wujud kebudayaan islam
2.        Siswa dan guru melakukan refleksi
3.        Siswa dan guru merancang pembelajaran berikutny berdasarkan pengalaman pembelajaran itu.
d.           Sumber Belajar
Ø  Buku sejarah kebudayaan islam DEPAG
Ø  Buku Sejarah Kebudayaan Islam Toha Putera
Ø  Buku Sejarah Kebudayaan Islam tiga Serangkai
Ø  Buku Sejarah Hidup Muhammad SAW
Ø  Enskopledi Islam


5. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Contoh Instrumen
Menjelaskan misi nabi Muhammad sebagai rahmatan lil ‘alamin
Penugasan
Tugas
Jelaskan misi Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil’alamin?
Mengidentifikasi cara dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah
Tes Lisan
Jawab singkat
Sebutkan cara dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah
Mengidentifikasi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah
Tes Lisan
Jawab singkat
Sebutkan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah





·         Identifikasi minimal tiga contoh/bentuk eujud kebudayan islam
Pedoman Penskoran
Aspek
Skor
Siswa menuliskan tiga wujud kebudayaan islam
2
Siswa menuliskan 1-2 wujud kebudayaan islam
1
Siswa tidak dapat menyebutkan contoh wujud kebudayaan islam
o

Tentukan perbedan wujud/bentuk kebudayaan islam dan non islam (minimal dua perbedaan)
Pedoman penskoran
Aspek
Skor
Siswa menuliskan 2 perbedaan wujud kebidayaan islam dan non islam 
2
Siswa menuliskan 1-2 prbedaaan wujud kebudayaan islam dan  non islam
1
Siswa tidak dapat menyebutkan contoh wujud kebudayaan islam dan non islam  
o
Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimal x 100



IV.   Penutup
Berdasarkan bahasan makalah di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam merancang pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam  dapat dirancang dengan menggunakan model pembelajaran ASSURE. Karena model ASSURE dapat membantu pendidik  tahap demi tahap dalam merencanakan kegiatan pembelajaran seperti menganalisis pembelajar, membantu bagaimana menentukan tujuan, memilih media-teknologi-strategi-materi, menggunakan media-teknologi-strategi-materi, bagaimana membuat pebelajar berpartisipasi aktif sampai menilai dan merevisi kegiatan yang telah berlangsung.






















 DAFTAR RUJUKAN
Azhar Arsyad,  1997, Media Pengajaran  Jakarta:Raja Grafindo Persada
Basyiruddin Usman, Asnawir, 2002, Media Pembelajaran Jakarta: Ciputat Pers
Mahfud Shalahuddin, 1996, Media Pendidikan Agama Bandung : Bina Islam
Oemar Hamalik, 1989, Media Pendidikan Bandung : Citra Aditya,
Rusma. 2011. Model-model Pembelajaran; Mengembangkan Profesional Guru.       Jakarta: Rajawali Press
Smaldino, Sharon E, dkk. 2007. Instructional Technology And Media For Learning Ninth edition. New Jersey Columbus, Ohio: PEARSON Merrill Prentice Hall



















LAMPIRAN
SILABUS

Nama Sekolah                               : MTs DMP Diniyyah Puteri Padang Penjang
Mata Pelajaran                              : Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas/ Semester                             : VII/I
Standar Kompetensi                     : Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW
Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1
2
3
4
5
6
7
Mendeskripsikan misi nabi Muhammad SAW sebagai Rahmatan Lil’alamin, pembawa kedamaian, kesejateraan, dan kemajuan masyarakat
Sejarah Nabi Muhammad
·      Membuat peta konsep tantang Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil’alamin
·      Learning start with question tentang cara nabi berdakwah di Mekkah
·      Tanya jawab tentang keberhasilan nabi Muhammad SAW

·      Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW sebagai Rahmatan lil’alamin
·      Mengidentifikasi cara Dakwah Nabi Muhammad SAW di Mekkah
·      Mengidentifikasi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW
Penugasan





Tes lisan




Tes Lisan
4x40’
Buku SKI Depag

SKI Toha Putra


SKI Tiga Serangkai

Sejarah hidup Nabu Muhammad SAW

Ensikopledi islam
Mengambil hikmah dari misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan , dan kemajuan masyarakat dikaitkan dengan perkembangan sekarang
Hikmah dan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin
·      Tanya jawab tentang hikmah dan misi Nabi Muhammad sebagai rahmatan lilalmin
·      Learning start with queation tentang misi Nabi Muhammad di Mekkah
·      Berdiskusi tentang kemajuan masyarakat islam dikaitkan dengan perkembangan sekarang
·          Menjelaskan hikmah dan misi Nabi Muhammad sebagai rahmatan Lil alamin
·          Menyebutkan hikmah yang dapat diambil dari  misi Nabi Muhammad SAW
·          Menjelaskan keterkaitan misi dakwah Nabi Muhammad SAW dengan perkembangan dakwah sekarang
Tes lisan






Tes lisan






Penugasan
4x40’
Buku SKI Depag

SKI Toha Putra


SKI Tiga Serangkai

Sejarah hidup Nabu Muhammad SAW

Ensikopledi islam
Meneladani perjuangan Nabi dan para sahabat dalam mengahadapi masyarakat
Kisah Perjuangan Nabi dan para sahabat dalam menghadapi masyarakat
·      Menyusun cerita singkat dari perjuangan Nabi dalam menghadapi masyarakat
·      Menyusun cerita singkat dari perjuangan Nabi dan para sahabat dalam menghadapi masyarakat
·      Berdiskusi tentang keterkaitan dengan perjuangan Nabi dan para sahabatnya
·          Menjelaskan keteladanan dari perjuangan Nabi dalam menghadapi masyarakat
·          Menjelaskan keteladanan dari para sahabat dalam menghadapi masyarakat
·          Menjelaskan keterkaitan perjuangan Nabi dengan para sahabat
Penugasan





Penugasan






Penugasan
4x40’
Buku SKI Depag

SKI Toha Putra


SKI Tiga Serangkai

Sejarah hidup Nabu Muhammad SAW

Ensikopledi islam




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar